Wednesday, March 19, 2008
Monday, March 10, 2008
My-Voice Service adalah penyempurnaan layanan VMB untuk pelanggan Indosat MATRIX. Pesan suara yang ditinggalkan ke nomor Matrix anda bisa didengarkan dari ana saja, dari telepon rumah/kantor atau dari HP lain, disamping dari HP anda sendiri. Sehingga anda tidak perlu bingung, anda selalu dapat dihubungi oleh sanak keluarga, teman, rekan bisnis dan siapa saja yang membutuhkan anda.
pelanggan Matrix dapat mengaktifkan layanan ini dengan masuk ke menu call divert atau call forward di ponsel anda. Ikuti seluruh perintahnya. Lalu masukkan nomor 0816121 ketika ponsel meminta memasukkan nomor tujuan divert call anda. Untuk membatalkan VMB, ikuti langkah yang sama.
Bila ponsel anda tidak ada menu call divert atau call forward, aktifkan VMB secara manual dengan cara :
Tekan : **( Kode )*0816121#lalu tekan OK atau Yes
Kode :
1. 61 - Jika tidak ada jawaban
2. 62 - Jika diluar jangkauan atau tidak aktif
3. 67 - Jika sedang berbicara
4. 21 - Semua panggilan masuk
Jika anda telah mengaktifkan layanan ini, kemudian ingin menonaktifkan kembali, dapat dilakukan dengan cara :
Tekan : ##002# lalu tekan OK atau Yes
Mendengarkan Pesan
* Dari dalam negeri :
- Dari kartu Matrix anda tekan 0816122, lalu dial ( OK/Yes )
- Dari HP Matrix/Mentari selain HP anda atau dari PSTN dan Operator GSM lainnya, tekan 0816123 ( Nomor dibelakang setelah 0815 atau 0816 ), lalu dial ( OK/Yes ).
Contoh : No HP anda 081545625846
maka tekan 0816123-45625846
Monday, March 03, 2008
Dalam rangka menghemat subsidi listrik, pemerintah melalui PLN memberlakukan tarif progresif kepada semua pelanggan, baik rumah tangga, bisnis maupun instansi pemerintah. Artinya, bagi pelanggan yang bisa berhemat berhak mendapatkan insnetif atau potongan tarif. Sebaliknya, bagi pelanggan yang boros, mereka akan dieknai disinsentif berupa tarif yang lebih mahal.
Pemberlakuan tarif listrik progresif dengan sistem pemberian insentif (pemberian diskon) dan disinsentif (penambahan beban pembayaran) bagi pelanggan PLN mulai berlaku perhitungannya untuk pemakaian bulan Maret 2008 ini. Sedangkan tagihannya dilakukan pada bulan April 2008.
Insentif berupa pengurangan tagihan diberikan apabila pemakaian energi (kWh) per bulan di bawah 80% batas kWh pemakaian listrik rata-rata nasional yang ditetapkan.
Disinsentif diberikan kepada pelanggan yang pemakaian energi (kWh) per bulannya melebihi 80% batas kWh pemakaian listrik rata-rata nasional yang ditetapkan.
Mekanisme tarif progresif ini ditentukan berdasarkan pemakaian rata-rata semua golongan pelanggan nasional selama tahun 2007.
Tabel Batas Maksimum Jam Nyala/Pemakaian kWh per Bulan
| Golongan Tarif | Rata-Rata Nasional | Batas Maksimum |
| R1 - TR (s.d 450 VA) | 75 kWn | 60 kWh |
| R1 - TR (900 VA) | 115 kWh | 92 kWh |
| R1 - TR (1300 VA) | 197 kWh | 158 kWh |
| R1 - TR (2200 VA) | 354 kWh | 283 kWh |
| R2- TR (2201 - 6600 VA) | 159 jam nyala | 127 jam nyala |
| R3 - TR (6601 - 197.000 VA) | 122 jam nyala | 98 jam nyala |
| B1 - TR (s.d 450 VA) | 70 kWn | 56 kWh |
| B1 - TR (900 VA) | 131 kWh | 105 kWh |
| B1 - TR (1300 VA) | 187 kWh | 150 kWh |
| B1 - TR (2200 VA) | 290 kWh | 233 kWh |
| B2- TR (2201 - 197.000 VA) | 118 jam nyala | 94 jam nyala |
| P1 - TR (s.d 450 VA) | 89 kWn | 71 kWh |
| P1 - TR (900 VA) | 121 kWh | 97 kWh |
| P1 - TR (1300 VA) | 199 kWh | 159 kWh |
| P1 - TR (2200 VA) | 320 kWh | 256 kWh |
| P1- TR (2201 - 197.000 VA) | 125 jam nyala | 100 jam nyala |
| P3 - TR | 335 jam nyala | 268 jam nyala |
Berdasarkan data ini, rata-rata pemakaian pelanggan golongan R1 450 VA adalah 75 kilowatt hour (kWh), R1 900 VA sebesar 115 kWh, R1 1.300 kWh sebesar 201 kWh, R1 2.200 VA sebesar 358 kWh. Untuk golongan R2 (2.200 - 6.600 VA) sebesar 650 kWh dan R3 (> 6.600 VA) sebesar 1.767 kWh. Dari data tersebut, PLN menentukan angak 80% dari rata-rata pemakaian.
Berikut tabel batas insentif dan disinsentif pelanggan
| GOLONGAN | INSENTIF | DISINSENTIF |
| R1 (450 VA) | 60 kWh | 60 kWh |
| R1 (900 VA) | 92 kWh | 92 kWh |
| R1 (1.300 VA) | 160,8 kWh | 160,8 kWh |
| R1 (2.200 VA) | 286,4 kWh | 286,4 kWh |
| R2 (2.200 - 6.600 VA) | 520 kWh | 520 kWh |
| R3 (> 6.600 VA) | 1.413,6 kWh | 1.413,6 kWh |
Dari tabel di atas, misalnya jumlah pemakaian listrik pelanggan R1 - 450 VA pada bulan Maret di bawah 60 kWh, maka pelanggan tesebut akan mendapatkan insentif berupa pemotongan tarif. Sebaliknya, jika konsumsinya melebihi 60 kWh, akan dikenai disinsentif atau tarif yang lebih mahal.
Formula InsentifIns = 20% x kWh ins x He
dimanakWh ins = kWhRN - kWhPPkWhRN : kWh pemakaian rata-rata nasionalkWhPP : kWh pemakian pelangganHe : tarif tertinggi pada golongan pelangan maksimum
Formula DisinsentifDis = 1,6 x kWh dis x He
dimanakWh dis = (kWhPP - 80% kWhRN)
Perhitungan insentif ini adalah 20% dari selisih pemakaian rata-rata nasional dengan pamakaian pelanggan dikalikan tarif listrik. Sedangkan formula perhitungan disinsentif adalah 1,6 dikali selisih pemakaian pelanggan dengan 80% rata-rata pemakaian nasional dikalikan tarif listrik.
Berikut contoh perhitungan insentif:Misalnya pelanggan R1 (450 VA), dengan jumlah pemakaian listrik bulan Maret sebesar 50 kWh. Perhitungannya adalah 20% x (75 kWh - 50 kWh) x Rp530 = Rp2.650.Nilai Rp2.650 ini adalah jumlah potongan (insentif) pelanggan tersebut. Rp530 adalah harga tarif dasar listrik untuk R1 yang paling mahal.Jadi, jumlah yang harus dibayarkan pelanggan ini adalah (50 kWh x Rp530) - Rp2.650 = Rp26.500 - Rp2.650 = Rp23.850.
Berikut contoh perhitungan disinsentif:Misalnya jumlah pemakaian pelanggan R1 (450 VA) sebesar 90 kWh. Perhitungan nilai disinsentifnya adalah 1,6 x (90 kWh - 60 kWh) x Rp530 = Rp25.440.Jumlah yang harus dibayar pelanggan ini adalah (90 kWh x Rp530) + Rp25.440 = Rp47.700 + Rp25.440 = Rp73.140.
Dengan pola tarif baru seperti ini, PLN mengharapkan para pelanggan bisa berhemat dalam menggunakan listrik. Sebab, subsidi listrik yang dialokasikan pemerintah juga terbatas, dan penghematan merupakan salah satu jalan untuk mengurangi subsidi. Untuk itu, pelanggan yang sudah berhemat akan mendapatkan insentif, sedangkan pelanggan yang boros mendapatkan disinsentif. Akankah ini merupakan KENAIKAN TARIF DASAR LISTRIK TERSELUBUNG???
Based on http://infokito.wordpress.com/2008/03/02/tarif-listrik-progresif-pelanggan-pln-mulai-berlaku/
Simulasi Rekening
Pemakaian = 1000 kWh Golongan = R1-2200
No. | Item | Perhitungan | Jumlah (Rupiah) |
1. | Bea Beban | 2200 / 1000 x Rp.30,200.00 | Rp.66,440.00 |
2. | Blok I : 0 -20 kWh | 20 kWh x Rp.390.00 | Rp.7,800.00 |
3. | Blok II : 21-60 kWh | 40 kWh x Rp.445.00 | Rp.17,800.00 |
4. | Blok III : Selebihnya :(1000-60) | 940 kWh x Rp.495.00 | Rp.465,300.00 |
Jumlah Rupiah Tagihan | Rp.557,340.00 | ||
Sunday, February 03, 2008
Yamaha Motor Co., Ltd. plans to market a new lightweight supersport bike in India as part of a corporate priority to build the brand?s business there. The YZF-R15 features a newly designed 150cc liquid-cooled, 4-stroke, SOHC single-cylinder, 4-valve fuel-injected engine on a Deltabox frame. Yamaha is displa
ying the bike for the first time at Auto Expo 2008, Jan. 10-17, in New Delhi. Plans are to release the model in the second quarter. Yamaha says the development concept was to build a bike to serve as the first true supersport to be designed solely for the Indian market. Building the motorcycle business in India has been designated as one of top priorities in Yamaha?s new three-year medium term management plan that begins this year and runs through 2010. The second largest motorcycle market in the world, India supports sales of about 8 million units annually. Nearly 80 percent of the market is in the 100cc to 200cc motorcycle category, and a large part of the remainder is in the 125cc and under scooter category. Yamaha, basing it forecasts on the country?s demographics and progress in development of the road system, says it expects continued stable growth on the subcontinent. Motorcycle demand in India is driven mainly by 20-something users, and there is an increasing trend toward European style tastes as seen in the preference for luxury products. Also, in surveys, many 20-something users say their dream bike is a 1000cc supersport model, indicating a growing interest in sport bikes.
Tuesday, January 29, 2008
Yamaha V-IXION 150 Product Name:V-IXION
Product Type:Sport
Model 3C11
Tipe Mesin Liquid Cooled, 4T, SOHC
Diameter x Langkah 57 x 58,7 (mm)
Volume Silinder 149.8 cc
Perbandingan Kompresi 10.4 : 1
Sistem Starter Kick & Electric Starter
Putaran Langsam 1300 – 1500 rpm
Power 11.10 kw (14.88 HP) / 8,500 rpm
Torsi 13.10 nm (1.34 Kgf.m)/ 7,500 rpm
BAHAN BAKAR
Bahan baker disarankan Unleaded Gasoline (Premium tanpa timbal)
Kapasitas tangki 12 Ltr
OLI MESIN
Oli disarankan SAE 20W40 / SAE 20W50 API SERVICE SJ
Sistem pelumasan Tipe basah
Jumlah Oli Mesin - Penggantian berkala (tanpa melepas filter) 0.95 Ltr
- Penggantian berkala (dengan melepas filter) 1.00 Ltr
- Penggantian total 1.15 Ltr
THROTLE BODY
Tipe AC 28/1
Merk / Buatan MIKUNI
Cam Chain Silent Chain / 96
Tensioner Automatic
Celah Katup - Masuk
0.10 ~ 0.14 mm
- Buang
0.20 ~ 0.24 mm
DIMENSI
Lebar 705 mm
Tinggi 1,035 mm
Panjang 2,000 mm
Tinggi Tempat Duduk 790 mm
Jarak Sumbu Roda 1,282 mm
Sudut Caster 260
Trail 100 mm
Jarak terendah ke tanah 167 mm
Berat Bersih 114 Kg
Berat Kotor (+ cairan) 125 Kg
FILTER UDARA
Tipe Tipe Kering
BUSI
Tipe / Buatan CR 8 E (NGK) / U 24 ESR-N (DENSO)
Gap Busi 0.7 ~0.8 mm
KELISTRIKAN
Timing pengapian 100 / 1,400 rpm
Tahanan pick up coil 248 ~ 372 ohm
Tahanan primary coil 2.16 ~ 2.64 ohm
Tahanan secondary oil 8.64 ~ 12.96 ohm
Fuse (Sekring) 20 Ampere
Bulb (bohlam) lampu depan 12V 35/35W, 12V 5W (Lampu senja)
Bulb (bohlam) lampu belakang 12V 5/21W
BATERRY
Tipe YTZ5S MF BATTERY
Kapasitas 12V 3.5 Ampere
Karena usaha yang terus – menerus untuk membuat sepeda motor YAMAHA yang lebih baik, data – data diatas dapat berubah tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.